jimmy adriano bonds

Kamis, 08 Maret 2012

peranan uang dalam kegiatan ekonomi


A.    Uang Dalam Kegiatan Ekonomi
Uang adalah salah satu topik utama dalam pembelajaran ekonomi. Dengan adanya uang, seseorang baru dapat melakukan kegiatan ekonomi. Hal ini disebabkan kegiatan ekonomi bermacam-macam seperti produksi, konsumsi dan distribusi yang memerlukan uang sebagai modal. Kegiatan ekonomi sering dilakukan oleh para pengusaha untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Hal ini dilakukan agar para pengusaha itu dapat memperluas kegiatan ekonominya juga dapat memenuhi kebutuhan hidup.
Kegiatan ekonomi lainnya juga masih ada, seperti teori permintaan dan penawaran uang yaitu:
a.       Permintaan Uang
1.      Teori Permintaan Uang Klasik
Menurut ahli ekonomi klasik, fungsi Uang hanyalaj sebagai alat tukat sehingga jumlah uang yang diminta sebanding / proporsional dengan tingkat output / pendapatan. Jumlah uang yang dipegang oleh masyarakat tidak hanya nilai nominalnya, tetapi juga daya belinya, yaitu nilai nominal uang dibandingkan tingkat harga yang berlaku yang dirumuskan
 (M/P)d = K x Y / permintaan uang riil=permintaan uang pendapatan x pendapatan
Persamaan kuantitas klasik oleh Irving Fisher adalah: MxV = PxT/ MV=PT / jumlah uang beredar x velositas uang = tingkat harga umum x jumlah unit transaksi.
2.      Teori Permintaan Uang Keynesian
Menurut John Maynard Keynes adalah karena uang diperlukan sebagai alat pembayaran, untuk keperluan berjaga-jaga, dan untuk keperluan sehari-hari.           
b.      Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Uang
Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan mengenai faktor- faktor yang mempengaruhi permintaan uang, yaitu sebagai berikut:
1.      Besar-kecilnya pembelanjaan Negara yang berkaitan dengan pendapatan nasional.
2.      Cepat / lambatnya laju peredaran uang. Kecepatan peredaran uang dipengaruhi.
a.       Kebiasaan pembayaran konsumen akan berpengaruh terhadap jumlah uang yang diminta pada saat ini dan yang akan datang.
b.      Frekuensi pembayaran pendapatan.
c.       Praktik-praktik bank, berkaitan keluar-masuknya uang melalui bank.
d.      Keadaan psikologi masyarakat menggunakan uangnya.
3.      Motif-motif masyarakat dalam memiliki uang
c.       Penawaran Uang
Penawaran uang adalah jumlah semua yang beredar dalam suatu perekonomian. Uang beredar dibedakan dalam pengertian sempit dan luas.
1.      Uang yang beredar dalam arti sempit, adalah kewajiban system moneter yang terdiri atas uang kartal dan uang giral.
2.      Uang yang beredar dalam arti luas adalah Kewajiban system moneter yang terdiri dari uang yang beredar dalam arti sempit dan uang kuasi.
3.      Uang giral terdiri atas rekening giro, kiriman uang, simpanan berjangka dan tabungan dalam rupiah yang sudah jatuh tempo.
4.      Uang kuasi terdiri atas simpanan berjangka dan tabungan penduduk pada bank umum.
d.      Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran Uang
Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran uang adalah sebagai berikut.
1.      Tinggi-rendahnya tingkat bunga
2.      Tingkat pendapatan masyarakat
3.      Jumlah penduduk
4.      Keadaan letak geografis
5.      Struktur ekonomi masyarakat
6.      Penguasaan IPTEK Penduduk
7.      Globalisasi ekonomi



















B.     Uang Dalam Suku bunga
Setiap hari kita melakukan kegiatan aktivitas perekonomian seperti jual-beli, tentunya hal ini tidak terlepas dari hal yang namanya “UANG”. 
a.       Uang
      Uang adalah segala sesuatu yang berfungsi sebagai alat tukar yang diterima umum.
Fase-fase terbentuknya uang:
1.      Belum ada perdagangan (belum ada uang)
2.      Barter. Kesulitan barter adalah tidak ada medium of exchange, tidak ada unit of value, tidak ada standar untuk pembayaran yang ditunda, kekayaan sulit disimpan tanpa menurunkan nilai.
3.      Uang komoditas, antara lain biji-bijian, uang yang terbuat dari logam mulia (emas dan perak),     uang jaminan emas.
4.      Uang jaminan pemerintah,yaitu uang kartal dan uang giral.(uang inilah yang dipakai saat ini )
Komponen-komponen suplai uang:
1.  Uang transaksi (sempit) atau M1. Komponen-komponen M1:
•    Koin
•    Uang kertas
•    Rekening koran
•    Traveler’s check
•    Simpanan lainnya yang mudah dicairkan.
2.  Uang luas atau M2. Komponen-komponen M2:
 •    Semua unsur dalam M1
 •    Tabungan
 •    Deposito jangka pendek
 •    Pasar uang dana bersama
Fungsi uang adalah :
1.    Sebagai alat tukar.
2.    Sebagai satuan hitung, yaitu satuan yang
digunakan untuk mengukur nilai barang dan jasa.
3.    Sebagai alat penyimpan nilai
.
Alasan utama orang membutuhkan uang adalah karena pendapatan dan pengeluaran orang tidak datang pada waktu yang bersamaan.



b.      Suku Bunga
      Bunga adalah pembayaran yang dilakukan untuk penggunaan uang. Suku bunga adalah jumlah bunga yang dibayarkan per unit waktu yang disebut sebagai persentase dari jumlah yang dipinjamkan.
Tingkat pinjaman suku bunga dibedakan atas:
Ø  Jangka waktu atau jatuh temponya, yaitu jangka waktu sampai harus dibayar lunas.
Ø  Risikonya.
Ø  Likuiditasnya, sebuah aset disebut likuid kalau ia bisa ditukar ke uang tunai relatif cepat dan             dengan sedikit kehilangan nilai.
Tingkat suku bunga dibedakan menjadi dua, yaitu :
Ø  Suku bunga nominal adalah suku bunga atas uang dalam ukuran uang.
Ø  Suku bunga riil karena inflasi dan dihitung sebagai suku bunga nominal dikurangi timgkat  inflasi.
      Pada saat periode inflasi, kita harus menggunakan suku bunga riil, bukan suku bunga nominal, untuk menghitung hasil investasi dalam ukuran barang-barang yang didapat per tahun atas barang yang diinvestasikan.
c.       Hubungan Uang Dalam Tingkat Suku Bunga
      Tingkat suku bunga mempengaruhi investasi. Dalam hal ini, suku bunga menentukan jenis-jenis investasi apa saja yang akan memberikan keuntungan. Di dalam keuntungan itu tersendiri merupakan pendapatan yang dapat dibelanjakan berupa uang. Pengusaha hanya akan melakukan investasi apabila persentase keuntungan yang akan diperoleh lebih besar dari tingkat bunga itu sendiri.













C.    Uang Dan Kegiatan Ekonomi Sektoriil
Pernah kita mendengar di radio, maupun televisi bahwa dengan turunnya harga BBM dapat lebih mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor riil. Apakah yang dimaksud dengan sector riil itu sendiri? Sektor riil adalah suatu lingkungan usaha yang menghasilkan barang seperti: pertanian, pertambangan, dan industri ditambah kegiatan yang terkait dengan pelayanan wisatawan internasional.
Dari contoh yang telah disebutkan, dapat disimpulkan bahwa dengan turunnya harga suatu barang (deflasi) maka dapat meningkatkan kegiatan ekonomi di sektor rill. Namun dibalik keuntungan deflasi, tentu memiliki kerugiannya. Deflasi dapat menyebabkan menurunnya persediaan uang di masyarakat dan akan menyebabkan depresi dan  juga mengakibatkan melesunya investasi di sektor riil maupun di lantai bursa.
Dikarenakan harga barang mengalami penurunan, konsumen memiliki kemampuan untuk menunda belanja mereka lebih lama lagi dengan harapan harga barang akan turun lebih jauh. Akibatnya aktivitas ekonomi akan melambat dan memberikan pengaruh pada spiral deflasi (deflationary spiral). 
Dalam ilmu ekonomi, deflasi adalah suatu periode dimana harga-harga secara umum jatuh dan nilai uang bertambah. Deflasi adalah kebalikan dari inflasi. Bila inflasi terjadi akibat banyaknya jumlah uang yang beredar di masyarakat, maka deflasi terjadi karena kurangnya jumlah uang yang beredar, dimana cara menanggulanginya adalah dengan cara menurunkan tingkat suku bunga atau yang lebih sederhana (meski kadang tidak berhasil) adalah dengan mencetak lebih banyak uang.
Dalam ilmu ekonomi, terdapat empat buah penyebab deflasi yaitu sebagai berikut:
1. Menurunnya persediaan uang di masyarakat. 
2. Meningkatnya Persediaan Barang 
3. Menurunnya permintaan akan barang.
4. Naiknya permintaan akan uang 
Cara terbaik untuk mengatasinya adalah pemerintah dan semua pihak yang terkait harus bersepakat untuk memulai kembali kegiatan ekonomi yang sempat terhenti karena salah urus tersebut. Tentu saja ini membutuhkan waktu yang tidak sedikir. Lazim dikatakan oleh para analis eknonomi bahwa deflasi merupakan kondisi krisis moneter yang sebenarnya tidak memiliki obat yang efektif. Cara yang dapat ditempuh oleh pemerintah dan semua pihak yang telah bersepakat adalah Pemerintah juga dapat memotong pajak dan meningkatkan belanjanya sendiri untuk menggairahkan perekonomian. Dari sisi Bank Sentral, pemerintah juga dapat meningkatkan peredaran uang di masyarakat dengan membeli surat hutang sektor swasta dan menukarkannya dengan uang tunai. Selain itu, juga dapat dilakukan dengan memotong suku bunga.

D.    Uang Dan Harga
Uang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Dengan adanya harga suatu barang maka masyarakat akan membayar sesuai dengan harga tersebut. Dalam hal ini, sewaktu- waktu harga suatu barang dapat mengalami kenaikan secara terus- menerus yang disebut dengan inflasi.
1.      Penyebab Inflasi
Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu tarikan permintaan atau desakan biaya produksi. Inflasi tarikan permintaan terjadi akibat adanya permintaan total yang berlebihan sehingga terjadi perubahan pada tingkat harga. Bertambahnya permintaan terhadap barang dan jasa mengakibatkan bertambahnya permintaan terhadap faktor-faktor produksi. Meningkatnya permintaan terhadap faktor produksi itu kemudian menyebabkan harga faktor produksi meningkat. Jadi, inflasi ini terjadi karena suatu kenaikan dalam permintaan total sewaktu perekonomian yang bersangkutan dalam situasi full employment.
Inflasi desakan biaya terjadi akibat meningkatnya biaya produksi sehingga mengakibatkan harga produk-produk yang dihasilkan ikut naik. Meningkatnya biaya produksi dapat disebabkan 2 hal,yaitu kenaikan harga,misalnya bahan baku dan kenaikan upah/gaji,misalnya kenaikan gaji PNS akan mengakibatkan usaha-usaha swasta menaikkan harga barang-barang dan Factor-faktor yang menyebabkan terjadinya inflasi adalah sebagai berikut:
a.       Tingkat pengeluaran agregat yang melebihi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa.
b.      Tuntutan kenaikan upah dari pekerja.
c.       Kenaikan harga barang impor.
d.      Penambahan penawaran uang dengan cara mencetak uang baru.
e.       Kekacauan politik dan ekonomi seperti yang pernah terjadi di Indonesia tahun 1998. akibatnya angka inflasi mencapai 70%.
2.      Penggolongan Inflasi
Berdasarkan asalnya, inflasi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu inflasi yang berasal dari dalam negeri dan inflasi yang berasal dari luar negeri. Inflasi berasal dari dalam negeri misalnya terjadi akibat terjadinya defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru dan gagalnya pasar yang berakibat harga bahan makanan menjadi mahal. Sementara itu, inflasi dari luar negeri adalah inflasi yang terjadi sebagai akibat naiknya harga barang impor. Hal ini bisa terjadi akibat biaya produksi barang di luar negeri tinggi atau adanya kenaikan tarif impor barang.
Inflasi juga dapat dibagi berdasarkan besarnya cakupan pengaruh terhadap harga. Jika kenaikan harga yang terjadi hanya berkaitan dengan satu atau dua barang tertentu, inflasi itu disebut inflasi tertutup (Closed Inflation). Namun, apabila kenaikan harga terjadi pada semua barang secara umum, maka inflasi itu disebut sebagai inflasi terbuka (Open Inflation). Sedangkan apabila serangan inflasi demikian hebatnya sehingga setiap saat harga-harga terus berubah dan meningkat sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot disebut inflasi yang tidak terkendali (Hiperinflasi).
Berdasarkan keparahannya inflasi juga dapat dibedakan :
  1. Inflasi ringan (kurang dari 10% / tahun)
  2. Inflasi sedang (antara 10% sampai 30% / tahun)
  3. Inflasi berat (antara 30% sampai 100% / tahun)
  4. Hiperinflasi (lebih dari 100% / tahun)
3.      Dampak Inflasi
Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif, tergantung parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali, keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu. Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu.
Bagi masyarakat yang memiliki pendapatan tetap, inflasi sangat merugikan. Kita ambil contoh seorang pensiunan pegawai negeri tahun 1990. Pada tahun 1990, uang pensiunnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, namun di tahun 2003 -atau tiga belas tahun kemudian, daya beli uangnya mungkin hanya tinggal setengah. Artinya, uang pensiunnya tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Bagi orang yang meminjam uang dari bank (debitur), inflasi menguntungkan, karena pada saat pembayaran utang kepada kreditur, nilai uang lebih rendah dibandingkan pada saat meminjam.
Secara umum, inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif, kegagalan pelaksanaan pembangunan, ketidakstabilan ekonomi, defisit neraca pembayaran, dan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.


E.     Uang Beredar
Peredaran uang di zaman modern ini telah melahirkan berbagai variasi jenis jenis uang. Uang yang beredar dimasyarakat dapat dikelompokan menjadi tiga, yaitu uang kartal, uang giral dan uang kuasi.
A.    Uang Kartal
Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib digunakan oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual-beli sehari-hari. Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam. Menurut Undang-undang Bank Sentral No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, Bank Indonesia mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan uang logam dan kertas. Hak tunggal untuk mengeluarkan uang yang dimiliki Bank Indonesia tersebut disebut hak oktroi.
1.      Jenis Uang Kartal Menurut Lembaga Yang Mengeluarkannya
            Menurut Undang-Undang Pokok Bank Indonesia No. 11/1953, terdapat dua jenis uang kartal, yaitu uang negara dan uang bank. Uang negara adalah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah, terbuat dari kertas yang memiliki ciri-ciri yaitu dikeluarkan oleh pemerintah, dijamin dengan undang-undang, bertuliskan nama negara yang mengeluarkannya dan ditanda tangani oleh mentri keuangan.
Namun, sejak berlakunya Undang-undang No. 13/1968, uang negara dihentikan peredarannya dan diganti dengan Uang Bank. Uang Bank adalah uang yang dikeluarkan oleh Bank Sentral berupa uang logam dan uang kertas, Ciri-cirinya yaitu dikeluarkan oleh Bank Sentral, dijamin dengan emas atau valuta asing yang disimpan di bank sentral, bertuliskan nama bank sentral negara yang bersangkutan (di Indonesia : Bank Indonesia), ditandatangani oleh gubernur bank sentral.
2.      Jenis Uang Kartal Menurut Bahan Pembuatnya
a.       Uang logam
Uang logam biasanya terbuat dari emas atau perak karena emas dan perak memenuhi syarat-syarat uang yang efesien. Karena harga emas dan perak yang cenderung tinggi dan stabil, emas dan perak mudah dikenali dan diterima orang. Di samping itu, emas dan perak tidak mudah musnah. Emas dan perak juga mudah dibagi-bagi menjadi unit yang lebih kecil. Di zaman sekarang, uang logam tidak dinilai dari berat emasnya, namun dari nilai nominalnya. Nilai nominal itu merupakan pernyataan bahwa sejumlah emas dengan berat tertentu terkandung di dalamnya.




Uang logam memiliki tiga macam nilai.
1.      Nilai Intrinsik yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya berapa nilai emas dan perak yang digunakan untuk mata uang. Menurut sejarah, uang emas dan perak pernah dipakai sebagai uang. Ada beberapa alasan mengapa emas dan perak dijadikan sebagai bahan uang antara lain :
Ø  Tahan lama dan tidak mudah rusak (Durability)
Ø  Digemari oleh umum atau sebagian besar masyarakat (Acceptability)
Ø  Nilainya tinggi dan jumlahnya terbatas (Scarcity)
Ø  Nilainya tetap sekalipun dipecah menjadi bagian-bagian kecil (Divisibility)
2.      Nilai Nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata uang. Misalnya seratus rupiah (Rp. 100,00), atau lima ratus rupiah (Rp. 500,00).
3.      Nilai Tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500,00 hanya dapat ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan Rp. 10.000,00 dapat ditukarkan dengan semangkuk bakso).
b.      Uang kertas
Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).
Beberapa keuntungan penggunaan alat tukar (uang) dari kertas di antaranya :
1.       Penghematan terhadap pemakaian logam mulia
2.       Ongkos pembuatan relatif murah dibandingkan dengan ongkos pembuatan uang logam.
3.       Peredaran uang kertas bersifat elastis (karena mudah dicetak dan diperbanyak) sehingga mudah diseusaikan dengan kebutuhan akan uang
4.       Mempermudah pengiriman dalam jumlah besar
B.     Uang Giral
Uang giral tercipta akibat semakin mendesaknya kebutuhan masyarakat akan adanya sebuah alat tukar yang lebih mudah, praktis dan aman. Di Indonesia, bank yang berhak menciptakan uang giral adalah bank umum selain Bank Indonesia. Menurut UU No. 7 tentang Perbankan tahun 1992, definisi uang giral adalah tagihan yang ada di bank umum, yang dapat digunakan sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran. Bentuk uang giral dapat berupa cek, giro, atau telegrafic transfer.
Uang giral bukan merupakan alat pembayaran yang sah. Artinya, masyarakat boleh menolak dibayar dengan uang giral sebab beredarnya uang giral hanya di kalangan tertentu saja, misalnya orang yang memiliki rekening di bank dan pengusaha.
1)      Terjadinya Uang Giral
Uang giral dapat terjadi dengan cara berikut.
Ø  Penyetoran uang tunai kepada bank dan dicatat dalam rekening koran atas nama penyetor, penyetor menerima buku cek dan buku biro gilyet. Uang tersebut sewaktu-waktu dapat diambil atau penyetor menerima pembayaran utang dari debitur melalui bank. Penerimaan piutang itu oleh bank dibukukan dalam rekening koran orang yang bersangkutan. Cara di atas disebut primary deposit.
Ø  Karena transaksi surat berharga. Uang giral dapat diciptakan dengan cara menjual surat berharga ke bank, lalu bank membukukan hasil penjualan surat berharga tersebut sebagai deposit dari yang menjual. Cara ini disebut derivative deposit.
Ø  Mendapat kredit dari bank yang dicatat dalam rekening koran dan dapat diambil sewaktu-waktu. Cara ini disebut dengan loan deposit.
2)      Keuntungan menggunakan uang giral
Keuntungan menggunakan uang giral sebagai berikut.
Ø  Memudahkan pembayaran karena tidak perlu menghitung uang.
Ø  Alat pembayaran yang dapat diterima untuk jumlah yang tidak terbatas, nilainya sesuai dengan yang dibutuhkan (yang ditulis oleh pemilik cek/bilyet giro).
Ø  Lebih aman karena risiko uang hilang lebih kecil dan bila hilang bisa segera dilapokan ke bank yang mengeluarkan cek/bilyet giro dengan cara pemblokiran
C.     Uang Kuasi
Uang kuasi adalah surat-surat berharga yang dapat dijadikan sebagai alat pembayaran. Biasanya uang kuasi ini terdiri atas deposito berjangka dan tabungan serta rekening valuta asing milik swasta domestik.









Kesimpulan

Ø  kegiatan ekonomi bermacam-macam seperti produksi, konsumsi dan distribusi yang memerlukan uang sebagai modal, selain itu terdapat juga teori permintaan dan penawaran uang
Ø  Suku bunga adalah jumlah bunga yang dibayarkan per unit waktu yang disebut sebagai persentase dari jumlah yang dipinjamkan.
Ø  suku bunga menentukan jenis-jenis investasi apa saja yang akan memberikan keuntungan yang merupakan pendapatan yang dapat dibelanjakan berupa uang
Ø  Dengan adanya harga suatu barang maka masyarakat akan membayar sesuai dengan harga yang sewaktu- waktu harga suatu barang dapat mengalami kenaikan secara terus- menerus yang disebut dengan inflasi.
Ø  inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif, dan kesejahteraan masyarakat.
Ø  Apabila inflasi itu ringan, mempunyai pengaruh yang positif yaitu mendorong perekonomian lebih baik, seperti meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja.
Ø  Uang yang beredar dimasyarakat dapat dikelompokan menjadi tiga, yaitu uang kartal, uang giral dan uang kuasi.
Ø  Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam. Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah sedangkan uang logam adalah uang yang terbuat dari emas atau perak karena emas dan perak memenuhi syarat-syarat uang yang efesien.
Ø  Salah satu cara agar uang giral dapat terjadi yaitu dengan penyetoran uang tunai kepada bank dan dicatat dalam rekening koran atas nama penyetor, penyetor menerima buku cek dan buku biro gilyet
Ø  Salah satu keuntungan uang giral adalah Memudahkan pembayaran karena tidak perlu menghitung uang.
Ø  Uang kuasi adalah surat-surat berharga yang dapat dijadikan sebagai alat pembayaran yang terdiri atas terdiri atas deposito berjangka dan tabungan serta rekening valuta asing milik swasta domestik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar